Sumber Energi
A.
Sumber Energi
Teman-teman,
tahukah kalian tentang sumber daya? Apa itu sumber daya? Sumber daya adalah
bahan-bahan yang dilakukan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam bumi kita, sumber
daya yang sangat penting adalah energi. Energi tersebutlah yang akan membantu
kita menjalankan kehidupan kita sehari-hari. Pada umumnya energi ini diperoleh
dari proses pembakaran fosil, seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
Sumber daya energi terdiri atas sumber energi terbarukan dan sumber energi
tidak terbarukan. Nah teman-teman, kali ini kita akan membahas berbagai macam
sumber daya yang ada di bumi kita.
1.
Sumber Energi Terbarukan
Sumber
energi yang dapat digunakan ulang/dapat diperbaharui dan digunakan
terus-menerus dinamakan sumber energi terbarukan, seperti sinar matahari, air,
tumbuhan, ombak, dan angin. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah
lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan konstribusi
terhadap perubahan iklim dan pemanasan global.
a.
Energi Surya
Energi
ini merupakan energi yang paling penting dibutuhkan oleh setiap manusia.
Matahari sangat besar melepas energi dari hasil pembakaran nuklir dan
menyalurkan energi tersebut berupa panas yang bersih dan ramah linhgkungan. Sel
surya ini mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
b.
Energi Angin
Angin
yang bertiup terus-menerus termasuk ke dalam energy terbarukan. Tenaga angina
ini dapat dimanfaatkan untuk menggerakan mesin dan membangkitkan arus listrik.
Contohnya pada kincir air yang sekarang ini digunakan untuk memompa air dari
dalam tanah.
c.
Energi Air
Salah
satu contoh penerapan dari tenaga air adalah menggerakan turbin pembangkit
listrik dengan menggunakan air terjun.
d.
Energi Biomassa
Biomassa
adalah materi biologis yang hidup dan yang mati. Biomassa digunakan sebagai
sumber bahan produksi industri. Contoh biomassa yang banyak kita jumpai dalam
kehidupan adalah mulai dari kulit pohon, serbuk kayu serpihan kayu, kotoran
hewan dan masih banyak lagi.
e.
Energi Ombak
Tidak
disangka-sangka ternyata listrik juga dapat dihasilkan oleh gelombang air laut.
Massa air laut tidak ikut hanyut bersama ombak melainkan hanya bergerak
naik-turun.
f.
Energi Geotermal
Energi
geotermal yaitu energi panas yang terbarukan yang disimpan di inti bumi. Energi
ini berasal dari proses peluruhan radioaktif dari bahan mineral yang ada di
inti bumi. Kelebihannya adalah energy ini lebih bersih daripada bahan bakar
fosil.
g.
Energi Pasang Surut Air Laut
Energi
ini nantinya akan berubah menjadi energy listrik. Energy ini termasuk energy
terbatukan karena pasang surut air laut merupakan hasil dari interaksi
gravitasi bulan dan matahari dan berotasi secara terus-menerus.
h.
Energi Nuklir
Secara
umum energy ini dihasilkan dengan 2 cara yaitu dengan pembelah inti dan
penggabungan beberapa inti. Energ ini diperoleh dengan pelepasan energy yang
besar dan dalam waktu yang singkat. Untuk itu harulah dibuat terkendali oleh
reactor nuklir. Salah satu contoh penerapannya adalah adanya PLTN yang mana
panas diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.
2.
Sumber Energi Tidak Terbaharukan
A.
Minyak Bumi
Minyak
bumi cairan kental berwarna hitam yang sebagian besar terdiri dari hidrokarbon
sehingga bila dibakar akan menghasilkan gas karbon dioksida dan air. Minyak
bumi dapat ditemukan dibawah perut bumi dengan kedalaman 500-3000 meter bahkan
lebih dari itu. Untuk itu minyak bumi ini harus dipompa keluar dan dialirkan ke
instalasi penyulingan minyak untuk diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan
berbagai macam jenis bahan bakar, seperti bensin, solar, minyak tanah, avtur
dan lain sebagainya. Selain itu, hasil olahan minyak bumi masih dapat diolah
lebih lanjut pada industri petrokimia sehingga menghasilkan berbagai macam
produk lain, seperti misalnya plastik, pupuk, alat kosmetik dan serat kain.
Berikut
adalah beberapa manfaat minyak bumi bagi kehidupan sehari-hari manusia.
a. Sebagai
Bahan Bakar
Minyak bumi yang masih mentah memang
tidak dapat digunakan secara langsung dan sangat berbahaya. Proses pengolahan
minyak bumi melalui beberapa macam tingkatan, seperti proses penyulingan hingga
didapatkan beberapa komponen minyak bumi yang lebih ringan. Hasil dari
penyulingan ini adalah minyak bumi yang telah menjadi bahan bakar residu
seperti bensin, solar, bensol, dan minyak tanah.
Beberapa jenis minyak ini menjadi bahan
bakar untuk kendaraan dan menggerakkan mesin diesel. Jadi, terbayang bukan jika
tidak ada minyak bumi sebagai sumber bahan bakar, seperti manfaat batubara.
b. Sumber
Gas Cair
Produk yang sering kita gunakan untuk
kebutuhan dapur adalah seperti gas. Gas cair atau yang lebih sering kita kenal
dengan nama LPG juga didapatkan dari hasil pengolahan minyak bumi, selain
darimanfaat gas alam. Gas cair merupakan produk dengan nilai yang lebih tinggi
dibandingkan dengan bahan bakar untuk kendaraan. Gas cair didapatkan dari
sumber minyak bumi yang telah diolah dengan proses penyulingan dan pemurnian
khusus.
c. Industri
Kimia
Senyawa yang dihasilkan dari pengolahan
minyak bumi ternyata juga sangat berperan untuk memproduksi beberapa produk
kimia. Beberapa produk dihasilkan dari hasil olahan minyak bumi adalah seperti
cat minyak, cat dinding, cat mobil, cat kayu dan beberapa produk plastik. Hasil
sisa dari pengolahan minyak bumi ini, ternyata tidak dibuang ke alam namun
memiliki manfaat yang sangat besar untuk kehidupan manusia.
d. Sumber
Pengolahan Pupuk
Pupuk pertanian membuat tanaman menjadi
lebih subur dan terhindar dari berbagai jenis hama penyakit. Selain
menggunakanmanfaat hidrogen, dalam pengolahan pupuk juga membutuhkan beberapa
senyawa sintetis yang dihasilkan dari pengolahan minyak mentah. Selain itu,
pengolahan minyak mentah juga menghasilkan panas atau sumber tenaga untuk
menggerakkan mesin produksi.
Selain itu minyak bumi juga dapat
dimanfaatkan sebagai,
e. Pembangkit
Listrik
f. Komponen
Bahan Obat-Obatan
g. Penggerak
Listrik Tenaga Surya
B.
Gas Bumi
Pada
dasarnya, proses pembentukan minyak bumi selalu diikuti oleh pementukan gas
bumi, sehingga sering ditemukan sumur minyak yang didalamnya terdiri dari
minyak bumi dan gas alam. Gas bumi sebagian besar terdiri dari metana (CH4),
yaitu sekitar 75-95% dan sedikit karbon dioksida serta belerang. Gas bumi dapat
dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan bahan bakar gas. Selain sebagai
pemasok sumber energi, gas bumi dapat juga digunakan sebagai bahan baku
pembuatan pupuk, karena gas bumi mengandung metana (CH4) dalam jumlah yang
besar.
Berikut
adalah beberapa manfaat gas bumi bagi kehidupan sehari-hari manusia.
a. Gas
Alam sebagai Bahan Bakar untuk Kendaraan
Saat ini sumber bahan bakar untuk
kendaraan menggunakan bahan bakar minyak yang diolah menjadi berbagai jenis
seperti bensin dan solar. Pemakaian bensin dan solar menimbulkan masalah
kerusakan alam yang lebih besar. Pemakaian bensin dan solar meningkatkan
produksi emisi gas kaca yang menimbulkan masalah polusi udara. Pemakaian gas
alam sebagai pengganti bensin dan solar bisa mengurangi polusi. Gas alam untuk
bahan bakar berbagai jenis kendaraan dapat dibentuk dalam material CNG atau
LNG.
b. Gas
Alam sebagai Sumber Pembangkit Listrik
Gas alam pada dasarnya memiliki sifat
yang sangat bersih bahkan lebih bersih dari sumber minyak dan batubara. Daya
pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia bersumber dari air. Jika
sumber air di bumi terus menerus dipakai maka kemungkinan juga akan berkurang.
Sementara manusia juga memakai air untuk proses kehidupan yang lain. Sebagai
alternatif pengganti maka gas alam bisa dijadikan sumber pembangkit listrik.
c. Gas
Alam untuk Kesehatan Lingkungan
Sumber kehidupan manusia dipengaruhi
oleh udara yang kita hirup. Kualitas udara yang buruk akan memberikan pengaruh
untuk kesehatan. Sementara itu gas alam yang memiliki sifat bersih bisa
mengurangi emisi dari pemakaian bahan bakar lain dalam kehidupan. Gas alam
tidak bisa menghasilkan asap sehingga sangat aman untuk kualitas udara. Proses
ini telah membantu lingkungan agar selalu bersih dan aman dari berbagai jenis
zat polutan.
Selain itu gas bumi juga dapat
dimanfaatkan sebagai,
d.
Gas Alam untuk Kontribusi Ekonomi Dunia
e.
Gas Alam Menciptakan Jutaan Lapangan Kerja
f.
Gas Alam untuk Industri
C.
Batu Bara
Proses
pembentukan batu bara mirip dengan pembentukan sumber energi fosil lainnya.
Batu bara berasal dari makhluk hidup dan mikroorganisme yang mati dan terkubur
selam berjuta tahun, setelah melalui proses yang panjang disertai pengaruh suhu
dan pergerakan lapisan bumi sehingga menghasilkan lapisan-lapisan yang tebal
dan tertimbun di dalam tanah (batu bara). Pengambilan batu bara dari dalam bumi
dilakukan dengan cara penambangan, selanjutnya batu bara tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik.
Berikut
adalah beberapa manfaat minyak bumi bagi kehidupan sehari-hari manusia.
a. Sumber
Tenaga Pembangkit Listrik
Batubara menjadi salah satu bahan bakar
utama pada pembangkit listrik di beberapa negara seperti China, India,
Australia, Jepang, Jerman dan beberapa negara lain. Batubara menjadi bahan
bakar yang dikonversikan ke dalam bentuk uap panas dan menjadi sumber tenaga
pembangkit listrik. Batubara akan dihancurkan dengan mesin penggiling dan
berubah menjadi bubuk halus kemudian akan dibakar dalam sebuah mesin dengan
sistem ketel uap. Uap akan ditampung dalam sebuah tempat khusus dan disalurkan
ke turbin yang berisi kumparan magnet. Selanjutnya kumparan magnet yang
bergerak cepat akan menghasilkan listrik. Bahkan proses ini akan diulang
sebanyak dua kali sehingga sangat hemat. Tenaga listrik yang dihasilkan
mencapai tegangan sekitar 400 ribu Volt.
b. Industri
Produksi Baja
Sebuah industri yang menghasilkan baja
bergantung sepenuhnya pada ketersediaan sumber batubara. Baja memiliki fungsi
yang sangat penting dalam kehidupan kita seperti berbagai macam perlengkapan
industri yang terbuat dari baja, produk kesehatan seperti perlengkapan
kesehatan, peralatan pertanian, model transportasi dan berbagai macam produk
lain yang membutuhkan baja.
Produksi baja mentah banyak memakai
metalurgi batubara dari bahan batubara kokas. Produksi baja melibatkan karbon
dan bahan besi. Karbon diperlukan untuk memanaskan bahan besi dan mengolahnya
menjadi baja. Karbon dari batubara menghasilkan panas tinggi sehingga mendukung
produksi batubara. Seperti halnya manfaat tembaga dan manfaat bauksit,
pemanfaatan batu bara pada produksi baja juga akan menimbulkan efek samping.
c. Bahan
Bakar Cair
Batubara ternyata juga bisa dirubah
dalam bentuk bahan bakar cair dan sangat efektif untuk menggantikan bahan bakar
minyak. Pada dasarnya pengolahan batubara menjadi bahan bakar cair akan merubah
batubara bubuk atau bongkahan yang di larutkan dalam suhu tinggi. produk
batubara cair dapat dimurnikan dengan proses ulang dan bisa menghasilkan bahan
bakar minyak dengan kualitas yang lebih baik dari bahan bakar minyak yang
didapatkan dari kilang minyak secara langsung. Negara yang sudah memakai sistem
ini adalah Afrika. Afrika bisa mengatasi kekurangan sumber minyak dengan
memanfaatkan batubara. Selain itu minyak bumi juga dapat dimanfaatkan sebagai,
d.
Industri Produksi Semen
e.
Industri Produk Aluminum
f.
Batubara Menghasilkan Produk Gas
g.
Industri Pabrik Kertas
h.
Industri Bahan Kimia
i.
Industri Farmasi
D.
Pembangkit Tenaga Listrik
Pembangkit
listrik adalah sebuah alat yang dapat membangkitkan dan memproduksi tenaga
listrik dengan cara mengubah suatu energi menjadi energi listrik. Bagian
utamanya adalah generator, yaitu mesin yang berputar mengubah energi mekanis
menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip medan magnet dan penghantar
listrik. Mesin generator ini diaktifkan dengan menggunakan berbagai macam
sumber energi yang bermanfaat dalam suatu pembangkit lsitrik.
Untuk
menjaga keseimbangan alam dan mencegah kerusakan alam yang lebih parah, kini
para ilmuwan mencari dan menciptakan energi alternatif yang ramah lingkungan
dan dapat diperbaharui. Sumber energi ini diciptakan atau dihasilkan di
pusat-pusat pembangkit tenaga listrik yang tersebar di berbagai tempat, di mana
ditemukan energi potensial yang bisa diubah menjadi energi listrik. Berikut
adalah jenis-jenis pembangkit listrik yang dapat menghasilkan energi listrik
untuk memenuhi kebutuhan akan energi.
a. Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS), menggunakan cahaya matahari sebagai bahan utama.
Energi cahaya matahri kemudian digunakan untuk mendidihkan air. Uap yang
dihasilkan dari air mendidih tersebut digunakan untuk memutar turbin yan
gakhirnya diubah menjadi energi listrik. Seiring kemajuan teknologi, dengan
bantuan solar cell, energi dari cahaya matahari dapat langsung diubah menjadi
energi listrik.
b. Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA), pembangkit listrik ini mengandalkan energi potensial
dan kinetik dari air untuk menghasilkan listrik. PLTA digunakan untuk
menggerakkan generator, energi mekanis yang dihasilkan dari putaran generator
akibat medan magnet diubah menjadi energi listrik. Contohnya PLTA Sigura-gura
Sumatera Utara dan PLTA Saguling Jawa Barat.
c. Pembangkit
Listrik Tenaga Angin (PLT Angin), hembusan angin digunakan untuk memutar
baling-baling, kemudian putaran tersebut digunakan untuk memutar generator.
Dari generator inilah energi mekanik diubah menjadi energi listrik.
d. Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTBB), menggunakan sumur dengan kedalaman mencapai
1,5 KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas.
e. Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU), uap yang terjadi dari hasill pemanasan
boiler/ketel
uap pada PLTU digunakan untuk memutar turbin yang kemudian oleh
generator
diubah menjadi energi listrik.
C.
Dampak Penggunaan Sumber Daya Energi terhadap Lingkungan
a. Energi
Air
Air
ditampung dalam bentuk bendungan yang mampu bertahan sangat lama dan juga
memiliki cukup banyak fungsi, seperti penahan air saat musim hujan sehingga
tidak terjadi banjir besar, tempat pembudi dayaan ikan dan tumbuhan air
sekaligus pengairan, dan juga tentunya PLTA. Dengan biaya operasi yang relatif
rendah, PLTA adalah sumber daya energi yang paling dapat diandalkan dan
termasuk technologi yang efisien dan terbarukan. PLTA digunakan oleh berbagai
negara dalam memenuhi pasokan listrik. Dan bendungan juga sangat membantu
masyarakat sekitar karena danau tersebut dapat dijadikan daerah pariwisata,
pembiakan ikan dan tumbuhan air, pengairan lahan pertanian, berolahraga air,
pendirian tempat pemancingan, aktifitas renang, berperahu dan sumber air. PLTA
pun termasuk pembangkit listrik yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan
limbah.
Tetapi,
bendungan juga memiliki sisi negatif yaitu dapat menyebabkan erosi, tanah
longsor, terganggunya siklus kehidupan hewan air tawar, dan bahkan dapat
menyebabkan kerusakan geologi yang serius.
b. Energi
Panas Bumi
Pembangkit
Listrik tenaga Panas Bumi atau biasa disebut Energi Geothermal adalah energi
yang memanfaatkan panas dari dalam bumi. Inti planet kita sangat panas dengan
estimasi saat ini adalah 5,500 Celcius. Tenaga ini hampir tidak menimbulkan
polisi ataupun emisi gas rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat
diandalkan. Pembangkit listrik model ini juga tidak berisik dan dapat
diandalkan. Pembangkit listrik tenaga Geothermal menghasilkan listrik sebesar 90%
jika dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga fosil yang hanya
menghasilkan 65 – 75 %.
Namun
di Indonesia yang cadangan panas bumi 40% dari cadangan panas bumi dunia,
pembangkit listrik tenaga bumi belum dimanfaatkan dengan maksimal, dengan
persentase 3,7 % terhadap produksi nasional. Saat ini ESDM pun merencanakan
akan membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Jawa dan
Nusa Tenggara Timur (NTT).
c. Bahan
Bakar Fosil
Sumber
daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Hal ini, karena cadangan di alam habis
jauh lebih cepat daripada proses pembentukannya. Produksi dan pengunaan bahan
bakar fosil menimbulkan keprihatinan lingkungan. Berikut beberapa dampak
negatif pengunaan bahan bakar fosil :
I.
Dampak Terhadap Udara
dan Iklim
Pengunaan
berbagai macam bahan bakar fosil untuk bahan bakar alat-alat industri, telah
membuat sebuah perubahan besar pada kondisi iklim dunia. Pengunaan bahan bakar
tersebut telah meningkatkan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu karbon
dioksida, metana, nitrogen oksida, sulfur oksida dan tiga gas-gas industri yang
mengandung fluor (HFC, PFC, dan SF6 ) sehingga menyebabkan meningkatnya radiasi
yang terperangkap di atmosfer bumi
II.
Dampak Terhadap
Perairan
Merupakan
salah satu kasus dari eksploitasi minyak bumi. Misalnya, bocornya tangker
minyak akan menyebabkan tumpahnya minyak dapat menyebabkan pencemaran perairan.
Selain itu, pencemaran air oleh minyak bumi juga bisa disebabkan oleh
pembunagan minyak pelumas secara sembarangan. Pembuangan sisa sampah cair
pabrik ke sungai atau ke laut juga ikut memegang andil yang besar terhadap
pencemaran ini.
III.
Dampak terhadap tanah
Dampak
penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan
batu bara. Lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah
tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat
dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama kurun waktu tertentu.














0 komentar:
Posting Komentar