|
Pemanasan Global
|
|
Gambar 1. Pemanasan
Global
|
|
Gambar 2. Pemanasan
Global
|
Sebagian
sinar infra merah dipantulkan kembali ke atmosfer dan ditangkap oleh gas-gas
rumah kaca yang kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Gasgas rumah kaca
terutama berupa karbon dioksida, metana dan nitrogen oksida. Kontribusi besar
yang mengakibatkan akumulasi gas-gas kimia ini di atmosfir adalah aktivitas
manusia. Temperatur global rata-rata setiap tahun dan lima tahunan tampak
meningkat, seperti pada diagram berikut (Anonim, 2004).
Gambar
3. Grafik
temperature global rata-rata dari tahun 1860 sampai 2000
Penyebab Pemanasan
Global
|
1.
|
Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang
terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam
bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini
mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang
menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan
memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah
gelombang panjang ke angkasa luar.
gambar 4.Proses
terjadinya efek rumah kaca
Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat
menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan
metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan
kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut
akan tersimpan di permukaan Bumi.
|
2.
|
Emisi
Gas Karbon
|
Gambar
5. Karbondioksida yang
dihasilkan oleh cerobong pabrik
|
|
Emisi Gas Karbon
|
Emisi karbon merupakan buangan atau
hasil gas-gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung
karbon khususnya karbondioksida.
Emisi Karbon
|
A.
|
Pengertian Emisi
Emisi
ialah zat, energy atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang
masuk atau dimasukkannya kedalam udara yang mempunyai atau tidak mempunyai
potensi sebagai unsur pencamaran. Namun, secara umum, emisi dapat dianalogikan
sebagai pancaran, misalnya :pancaran sinar, elektron atau ion. Terjadi Berdasarkan peristiwanya, dapat terjadi
akibat terganggunya suatu sistem yang melampaui suatu batas energi sehingga
terjadi suatu emisi.
Dari
paparan diatas dapat disimpulkan bahwa emisi merupakan zat, energy atau
komponen yang dihasilkan oleh kegiatan yang berlebihan, sehingga menimbulkan
terganggunya suatu sistem, sebagai
contoh adalah emisi gas buang.
|
B.
|
Emisi gas buang
Emisi
gas buang merupakan hasil pembakaran mesin kendaraan baik itu kendaraan beroda,
perahu kapal, dan pesawat terbang yang menggunakan bahan bakar.Biasanya emisi
gas buang ini terjadi karena pembakaran yang tidak sempurna dari sistem
pembuangan dan pembakaran mesin serta lepasnya partikel-partikel karena kurang
tercukupinya oksigen dalam proses pembakaran tersebut. Emisi gas buang
merupakan salah satu penyebab terjadi akhir-akhir ini.
|
C.
|
Komposisi emisi gas buang
·
Emisi
senyawa hidrokarbon (HC)
Bensin
adalah senyawa hidrokarbon, jadi setiap HC yang didapat digas buang kendaraan
menunjukkan adanya bensin yang tidak terbakar dengan sempurna (bereaksi dengan
oksigen) maka hasil reaksi pembakaran tersebut adalah karbondioksida (CO2)
dan air (H2O). Walaupun desain ruang bakar mesin kendaraan saat ini
yang sudah mendekati ideal, tetapi tetap saja sebagian dari bensin seolah-olah
tetap dapat “bersembunyi” dari api saat terjadi proses pembakaran dan
menyebabkan emisi HC pada ujung knalpot cukup tinggi. Hidrokarbon (HC), dapat menyebabkan
iritasi mata, pusing, batuk, mengantuk, bercak kulit, perubahan kode genetik,
memicu asma dan kanker paru-paru.
·
Emisi
karbon monoksida (CO)
Emisi
karbon monoksida adalah gas yang relative tidak stabil dan cenderung bereaksi
dengan unsur lain. Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang sangat sangat
sulit dideteksi karena gas CO tidak memiliki bau, rasa, dan bentuk gas. Gas CO
(karbon monoksida), dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, dapat
menimbulkan pusing, gangguan berpikir , penurunan reflek dan gangguan jantung.
·
Emisi
senyawa NOx
Senyawa
NOx adalah ikatan kimia antara unsur nitrogen dan oksigen. Dalam kondisi normal
atmosphere, nitrogen adalah gas inert yang amat stabil yang tidak akan
berikatan dengan unsur lain. Tetapi dalam kondisi suhu tinggi dan tekanan
tinggi dalam ruang bakar, nitrogen akan memecah ikatannya dan berikatan dengan
oksigen. Senyawa NOx ini sangat tidak stabil dan bila terlepas keudara bebas,
akan berikatan dengan oksigen untuk membentuk NO2. Inilah yang amat
berbahaya karena senyawa ini amat beracun dan bila terkena air akan membentuk
asam nitrat.
Tingginya
konsentrasi senyawa NOx disebabkan karena tingginya konsentrasi oksigen
ditambah dengan tingginya suhu ruang bakar , oksida nitrogen (NO2)
dapat menimbulkan iritasi mata, batuk, meningkatkan kasus asma, menimbulkan
infeksi saluran nafas, memicu kanker paru-paru,serta gangguan jantung dan
paru-paru.
·
Oksida
belerang (SO2)
Oksida
belerang (SO2) dapat menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas
sehingga menimbulkan gejala batuk sampainsesak nafas dan meningkatkan asma.
Pengaruh Emisi Karbon bagi Perubahan
Iklim, Pemanasan
Global, dan Dampaknya bagi Indonesia
|
Gambar
6. Perubahan iklim karena
karbondioksida
|
Pergeseran
pola perubahan iklim di Indonesia terjadi semakin parah dari hari ke
hari.Perubahan pola terjadi pada aspek curah hujan, suhu bumi, dan tinggi muka
laut.Pergeseran pola pola curah hujan dapat berupa peningkatan curah hujan
maupun penurunan curah hujan. Peningkatan curah hujan menyebabkan bencana lain
seperti banjir dan tanah longsor. Penurunan curah hujan dapat menimbulkan
kekeringan dan menyebabkan penurunan ketersediaan air. Dilain pihak, perubahan
suhu bumi diperkirakan meningkat dan pada tahun 2020-2050 akan mencapai
peningkatan 0,8-1°C relatif terhadap periode iklim terakhir di abad ke -20.
Perubahan suhu ini dapat menimbulkan ancaman bagi ekosisitem, dapat menimbulkan
kebakaran hutan, dan dapat menimbulkan eksploitasi berlebihan pada tumbuhan.Perubahan
juga terjadi pada tinggi muka laut.Tinggi muka laut mengalami kenaikan sebesar
7 mm/ tahun pada periode 1993-2008. Diprediksikan tinggi muka laut akan
meningkat 35-40 cm pad tahun 2050 dibanding pada tahun 2000. Dampak yang
ditimbulkan dari kenaikan muka laut adalah terancamnya kehidupan pesisir ,
terjadi peningkatan genangan air, abrasi pesisir dan intrusi air laut.
Dampak Perubahan Iklim Bagi Kehidupan
Manusia
Beberapa dampak serius pemanasan global bagi kesehatan
manusia , misalnya adalah :
1.
Penyakit
infeksi
Perubahan
iklim berdampak pada munculnya beberapa jenis penyakit infeksi baru seperti
ebola, flu burung, dan beberapa penyakit hewan yang dapat menular kepada
manusia.Penyakit yang paling rentan terjadi di Indonesia adalah penyakit
degeneratif dan penyakit menular. Hal ini dengan cepat berkembang pada
masyarakat yang kondisi gizi kurang baikdan kondisi kesehatan lingkungan yang
kurang memadai.
2.
Penyakit
saluran pernafasan
World
health organization menyebutkan akibat lain pemanasan global adalah penyakit
saluran pernafasan. Bettina Menne anggota WHO divisi eropa mengatakan “
Gelombang panas yang menyebabkan jumlah materi dan debu di udara meningkat.”
Suhu udara yang semakin hangat juga membawa penyakit alergi, selain itu banyaknya
jumlah kebakaran hutan baik disengaja ataupun karena panasnya cuaca memperburuk
ancaman penyakit saluran pernafasan ini.
3.
Penyebaran
penyakit DBD dan malaria
Pemanasan
global berdampak pada semakin singkatnya siklus perkawinan dan pertumbuhan
nyamuk dari telur menjadi larva dan nyamuk dewasa.Akibatnya, jumlah populasi
nyamuk berkurang sangat cepat. Ini terutama terjadi di kawasan afrika dan asia.
Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk adalah penyakit malaria dan demam
berdarah (DBD) kedua penyakit ini sangat sensitive terhadap perubahan
iklim.Kita sudah merasakannya langsung ganasnya kedua penyakit tersebut, yakni
tingginya angka korban penderita demam berdarah dan malaria di beberapa daerah.
4.
Penyakit
akibat penipisan lapisan ozon
Dampak
pemanasan global bagi kesehatan juga terjadi karena pengaruh penipisan ozone
seperti meningkatnya intensitas sinar ultraviolet.Intensitas sinar UV yang
mencapai permukaan bumi menyebabkan gangguan terhadap kesehatan, seperti kanker
kulit, katarak, penurunan daya tahan tubuh, pertumbuhan mutasi genetic, dan
memperburuk penyakit-penyakit umum asma dan alergi.
5.
Penyakit
yang berhubungan dengan panas
Lebih
jauh global warming juga bisa berakibat terjangkitnya penyakit berkaitan dengan
panas (heat stroke). Terutama pada lansia dan anak-anak. Suhu yang panas juga
bisa menyebabkan kegagalan sektor pertanian, sehingga akan muncul kelaparan dan
malnutrisi.
Usaha Manusia dalam Menghadapi Perubahan
Iklim dan Pemanasan Global Akibat Emisi
Karbon
Berikut ini adalah
beberapa cara untuk menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global akibat
emisi karbon,
Ø Mitigasi sejak dini seperti melakukan
tes uji standar emisi gas buang terhadap kendaraan secara berkelanjutan.
Ø Melarang menggunakan kendaraan tidak
layak pakai yang menghasilkan gas buang berlebihan.
Ø Mengembangkan tekhnologi ramah
lingkungan dan perawatan terhadap mesin kendaraan.
Ø Membatasi penggunaan kertas.
Ø Mengganti bola lampu
Seperti
mengganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon.Lampu neon ini membutuhkan
energy yang lebih sedikit disbanding lampu pijar.Ingat setiap daya listrik yang
anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energy listrik yang
kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak
terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun kedepan mungkin bahan bakar jenis
ini akan habis.
Ø Membuka jendela lebar-lebar
Di
Amerika, sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah.
Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor
gasatau refrigenerator.Untuk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC
denagn suhu udara diluar ruangan.Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena
siklus udara yang terjebak dapat mengkonsumsi energy.
Ø Menggunakan pupuk organik
Pupuk
yang digunakan petani kebanyakan mengandung unsur nitrogen, yang kemudian
berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (gas rumah kaca) 320
kali lebih besar daripada CO2 .
Ø Menanam rumpun bambuoo
Pepohonan
meang terbukti mampu menyerap CO2 , tetapi ternyata pohon atau
rumpun bamboo mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-
pohon lain.
Ø Naik kendaraan umum
Saat
ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek.Sektor
transportasi menyumbang sampai 14 % persen emisi gas rumah kaca ke atmosfer,
jika kita menggunakan kendaraan umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca.
Ø Jangan memakai kantong plastic
Dibeberapa
Negara bagia Amerika , urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat
undang-undang segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara
setempat untuk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong
belanjaan.Plastic ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 100 tahun untuk mengurainya
didalam tanah.Efek gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka
beralilah ke kantong lain, misal dari kain serat alami.
Ø Hidup efisien
Apapun
aktivitas manusia dibumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola
konsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin,
gunakan sedikit energy , konsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup
konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berfikir
dan sebagainya.
Ø Meminimalkan pemakaian kendaraan
bermotor
Kurangilah
aktivitas yang menggunakan kendaraan pribadi jika terpaksa menggunakan
kendaraan pribadi pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak
mengkonsumsi energy.Jika anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap
kaluar sementara bahan-nahan bakar terpakai.
Ø Menghemat air
Ø Menghemat listrik dengan mematikan
lampu yang tidak dipakai
Menghemat
listrik merupakan hal untuk mengatasi global warming dan mengurangi gas-gas
dari efek rumah kaca. Di Indonesia sendiri sudah mencanangkan matikan lampu jam
1 jam ( one hours), sekitar jam 19.00-20.00 WIB/WIT/WITA.
Ø Biasakan buang sampah pada tempatnya
Usaha Pemerintah dan Masyarakat Dunia
dalam
Menanggapi Perubahan Iklim sebagai Isu
Global
1.
Usaha
pemerintah Indonesia
·
Ikut
berpartisipasi dalam peningkatan kesadaran dunia internasional mengenai dampak
perubahan iklim, kerusakan sumber daya alam di Indonesia dan penghidupan berkelanjutan.
·
Meningkatkan
informasi masyarakat agar dapat memberikan tanggapan yang tepat secara ekologis
terhadap perubahan iklim.
·
Meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk memberikan bantuan tentang perubahan iklim antara
pembuat kebijakan dan pengambilan keputusan di tingkat nasional dan
internasioanal.
2.
Usaha
masyarakat dunia
·
United
Nation Framework Convention and Climate Change ( UNFCCC )
Pada
tahun 1992 beberapa Negara bergabung dalam traktat interchange nasional untuk
membatasi peningkatan temperature rata-rata global yang mempengaruhi perubahan
iklim. UNFCCC sekarang sudah terdapat
195 partai se-dunia dengan tujuan
menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dari campur tangan manusia
yang membahayakan sistem cuaca. UNFCCC
telah menhasilkan beberapa hal seperti dibawah ini :
1.
Protokol
Kyoto
Protocol
ini bertujuan untuk membantu stimulasi green investment dan membantu partai
memnentukan target emisinya dengan pengeluaran yang efektif.
2.
Bali
Road Map
Bali
Road Map menghasilkan beberapa perjanjian seperti mengangkat perjanjian
perubahan iklim sampai pada tingkat politik tertinggi , memerbaiki
infrastruktur yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan iklim, menghasilkan
Copenhagend Accord dan memberikan pembiayaan cepat sebesar $ 30 Milyar kepada
Negara berkembang pada tahun 2010-1012 untuk adaptasi dan mitigasi.












0 komentar:
Posting Komentar